Chelsea Boyolali Supporter Club

Chelsea menjadi juara liga champion di tahun 2012. KTBFFH

Pride of london

Stampford Bridge

CHELSEA JUARA LIGA PREMIER INGGRIS 2016/2017.........WE ARE THE CHAMPIONS

Senin, 27 Februari 2017

Chelsea Memang Layak Bercokol Di Puncak Klasemen


Antonio Conte mengklaim bahwa timnya memang layak berada di puncak klasemen Premier League setelah penampilan apik mereka musim ini.

Chelsea baru saja sukses meraih kemenangan penting saat menjamu Swansea City dengan skor3-1. Tiga gol dari Cesc Fabregas, Pedro dan Diego Costa hanya mampu dibalas satu gol dari Fernando Llorente.

Dengan tambahan tiga poin tersebut, The Blues untuk sementara unggul 11 poin dari rival terdekat mereka, Manchester City.

"Saya memiliki tim yang hingga kini layak berada di puncak klasemen. Kemudian, bila kami mampu memenangkan gelar, saya tak tahu," ujarnya.

"Kami ingin mempertahankan posisi di puncak ini. Kami memainkan sepakbola yang baik dengan intensitas yang baik, mencetak banyak gol, tak kebobolan banyak. Kami pantas berada di sana," tandasnya.

Rahasia Antonio Conte Menjaga Fokus Para Pasukan Roman Emperor


Antonio Conte membeberkan sedikit rahasia mengapa fokus dan konsentrasi para pemainnya tetap terjaga musim ini.

Chelsea sukses bangkit dari beberapa hasil buruk di awal musim dengan raihan kemenangan beruntun yang membuat mereka akhirnya memuncaki klasemen selama lebih dari tiga bulan terakhir.

Memuncaki klasemen di kejuaraan seperti Premier League sangatlah sulit. Bukan hanya banyaknya tekanan dari klub lain, tapi juga 'gangguan' di luar klub. Namun sejauh ini the Blues mampu menjaga konsentrasi mereka.

"Ini tak mudah. Untuk menjaga konsentrasi di keseluruhan kejuaraan adalah tak mudah, tapi saya memiliki banyak pemain yang bermain dan menang di masa lalu," ujarnya.

"Mereka sangat tahu cara yang harus kami lanjutkan untuk mencoba bertahan di puncak dan memenangkan gelar," tambahnya.

"Untuk alasan ini, saya beruntung. Bila hal ini terjadi kadang-kadang saya bisa melihat mereka sedikit santai, itu tepat bagi saya untuk ada di antara mereka dan membantu mereka fokus setiap waktu, tapi jujur, sampai sekarang, itu tak diperlukan untuk menjaga konsentrasi dan fokus dari pemain saya," tandasnya.

AC Milan Kembali Mencoba Mendatangkan Fabregas Ke San Siro


Tiga bulan jelang berakhirnya musim 2016/17, nama Cesc Fabregas mulai ramai dibicarakan di lantai transfer. Fabregas saat ini dikabarkan kembali menjadi bidikan klub asal Serie A, AC Milan.

Milan sudah sejak lama memburu tanda tangan Fabregas. Pada awal musim ini, Milan disebut nyaris saja bisa membawa pemain asal Spanyol tersebut dari Chelsea. Namun, Milan tidak mampu memenuhi tuntutan gaji yang dimintanya.

Dikutip dari Corriere, Milan akan kembali mencoba mengejar jasa Fabregas di musim mendatang. Masalah gaji, Rossoneri diyakini tidak akan mengalami kesulitan yang cukup berarti dibandingkan pada kesempatan sebelumnya.

Pasalnya, Milan akan memiliki dana dalam jumlah yang besar hasil suntikan dari investor baru dari Tiongkok. Proses akhir akuisisi Milan oleh sang investor akan rampung pada bulan Maret mendatang.

Sang investor akan memberikan Milan dana senilai 130 juta euro untuk belanja pemain baru.

Sementara itu, Fabregas sendiri diyakini sudah tidak betah berada di Chelsea. Eks kapten Arsenal ini hanya lima kali tampil inti sejak Antonio Conte datang sebagai pelatih. Padahal, ia kerap tampil apik dengan kontribusi dua gol dan enam assist untuk The Blues.

Fabregas mencatatkan penampilan ke-300 di Premier League


Cesc Fabregas mengaku bangga setelah menandai penampilan yang ke-300 di Premier League setelah menjalani pertandingan menghadapi Swansea City bersama Chelsea kemarin.

Pemain asal Spanyol tersebut pertama kali bermain di Premier League pada tahun 2011 bersama Arsenal di bawah asuhan Arsene Wenger. Ia sempat hengkang ke Barcelona sebelum akhirnya kembali ke Inggris bergabung dengan Chelsea pada 2014.

Di Stamford Bridge, Febregas pernah meraih satu gelar Premier League di bawah asuhan Jose Mourinho. Musim lalu, pelatih asal Portugal tersebut hengkang dari Chelsea dan dilanjutkan Guus Hiddink.

Musim ini, The Blues dilatih Antonio Conte dan Chelsea kembali menunjukkan taringnya setelah musim lalu hanya bisa finis di peringkat 10. Setelah menang atas Swansea dengan skor 3-1 kemarin, Chelsea semakin kokoh di puncak klasemen dengan mengumpulkan 63 poin berjarak 10 dari peringkat dua.

Dalam pertandingan lawan Swansea di Stamford Bridge, Fabregas mencetak satu gol dan memberikan satu assist yang sekaligus menandai penampilannya ke-300 di Premier League.

"Saya tak boleh sombong dan sangat bangga. Saya bekerja keras untuk mencapai 300 pertandingan dan saya ucapkan terima kasih pada setiap orang yang membantu saya mencapai rekor ini-- pada Arsenal, Chelsea, Arsene Wenger, Mourinho, Hiddink dan Antonio," ucap Fabregas pada laman resmi klub.

"Saya ucapkan terima kasih untuk semua fans yang mendukung saya, keluarga saya dan juga teman. Meskipun sudah bertahun-tahun rasanya baru kemarin, tapi ini adalah perjalanan panjang dan saya berharap bisa lebih lama lagi," sambungnya.

Selama 300 penampilan tersebut, Fabregas mencatatkan 46 gol dan memberikan 104 assist.

Senin, 13 Februari 2017

"Jari kelingking saya sempat menyentuh Bola", Ungkap Courtois


Thibaut Courtois, mengaku dirinya nyaris saja menghentikan tendangan bebas Robbie Brady karena tangannya sempat menyentuh bola.

Chelsea bermain melawan Burnley di Turf Moor di matchday 25 Premier League di hari Minggu (12/02). Mereka sempat mencetak gol lebih dahulu melalui tendangan Pedro Rodriguez. Namun pasukan Sean Dyche itu bisa membalasnya melalui tendangan bebas brilian Robbie Brady. Pertandingan itu pun berakhir dengan skor imbang 1-1.

Tendangan bebas Brady memang indah. Dengan kaki kirinya, ia membuat bola melaju tinggi dan kemudian melengkung menghujam masuk ke pojok kanan atas gawang The Blues.

Courtois, usai pertandingan, mengaku dirinya nyaris bisa menghentikan laju bola. Sebab sebagian jemarinya sempat menyentuh si kulit bundar.
"Jari kelingking saya sempat menyentuhnya tapi itu tidak cukup," ungkap Courtois pada Sky Sports.

"Anda bisa mencoba untuk mengantisipasi dan kemudian mungkin menyelamatkan gawang Anda tetapi bola bisa masuk ke sisi Anda. Di babak kedua mereka bertahan dengan sangat baik dan kami mungkin ceroboh tapi dalam situasi ini, tapi satu poin tidaklah buruk," tandasnya.

Hasil seri itu membuat The Gunners tak bisa memperlebar keunggulannya atas Tottenham yang sebelumnya dikalahkan oleh Liverpool. Saat ini The Blues mengoleksi 60 poin sementara Spurs mengoleksi 50 poin, sama dengan raihan Arsenal.

Courtois sendiri tampil bagus pada musim ini bersama Chelsea. Ia sudah mencatatkan 13 clean sheet dan melakukan rata-rata 1.68 penyelamatan per laga dari 25 laga di EPL musim ini

Burnley Bermain Bagus, Conte Akui Chelsea Kewalahan


Antonio Conte, mengaku timnya kewalahan menghadapi serangan bola-bola panjang Burnley, khususnya di babak kedua.

Chelsea bertandang ke Turf Moor di matchday 25 EPL, Minggu (12/02). The Blues sempat unggul lebih dahulu melalui Pedro Rodriguez di menit ke-7. Akan tetapi, sang tuan rumah mampu membalasnya dengan tendangan bebas brilian Robbie Brady pada menit ke-24.

Usai pertandingan, Conte pun mengaku timnya kewalahan menghadapi strategi bola-bola panjang yang diaplikasikan oleh manajer lawan Sean Dyche. Ia pun mengakui bahwa Burnley memang tim yang tangguh saat bermain di kandangnya sendiri.

"Lalu (mereka mencetak gol) tendangan bebas, kemudian babak kedua  menjadi permainan fisik dengan bola-bola panjang. Kami tidak tahu tipe permainan seperti ini. Bola panjang tidak mudah untuk dihadapi di sini dengan Burnley. Mereka mengambil 29 poin di sini sekarang setelah pertandingan ini, dari 30 poin yang ada di klasemen," ujarnya pada Sky Sports.

"Di kandang mereka pastinya merupakan tim yang kuat, tapi saya pikir kami kecewa tidak menang. Sekarang ada 13 pertandingan (tersisa). Kami tahu jalan ada jalan panjang untuk dilalui, tetapi penting untuk terus bekerja dalam cara ini, memainkan pertandingan seperti ini, untuk berjuang," seru Conte.

Hasil imbang itu membuat Chelsea tak bisa memperlebar keunggulannya atas Tottenham yang sebelumnya dikalahkan oleh Liverpool. Saat ini The Blues mengoleksi 60 poin sementara Spurs 50, sama dengan poin Arsenal.

Chelsea Di Tahan Imbang Burbley 1-1 Di Stadion Turf Moor, markas Burnley


Burnley memberikan perlawanan yang sengit saat menjamu Chelsea di Stadion Turf Moor di pekan ke-25 Premier League 2016/17, Minggu (12/2). Tidak diunggulkan dan sempat tertinggal, Joy Barton dan kolega mampu meraih satu poin usai bermain imbang 1-1.

Chelsea memulai pertandingan sesuai dengan yang mereka rencanakan. Pada menit ke-7, Chelsea sudah unggul lewat aksi Pedro Rodriguez. Mantan pemain Barcelona ini mencetak gol usai menerima umpan dari Victor Moses yang melakukan tusukan dari sisi sayap.

Unggul pada menit awal membuat Chelsea tampil penuh percaya diri. Eden Hazard mendapatkan peluang pada menit ke-13. Sementara Diego Costa juga punya peluang empat menit berselang. Namun, semuanya gagal menjadi gol.

Justru tim tuan rumah yang mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-24. Burnley mendapatkan tendangan bebas di area depan kotak penalti. Robbie Brady yang sukses melepas tendangan keras yang tidak mampu dibendung oleh kiper Thibaut Courtois.

Kedudukan sama kuat 1-1 bertahan hingga babak pertama usai. Padahal, Chelsea sempat punya peluang melalui Hazard dan Moses. Sementara kubu Burnley juga memberikan ancaman dari sepakan keras Andy Gray pada menit ke-36.

Courtois kembali menyelamatkan Chelsea saat babak kedua berjalan lima menit. Kiper asal Belgia ini kembali mengamankan tenangan Gray. Gawang The Blues masih aman dari gempuran Burnley pada 10 menit babak kedua.

Selepas menit ke-65, Chelsea mulai mampu keluar menyerang. Namun, Burnley menumpuk pemain di area kotak penalti. Kondisi ini membuat Costa dan Hazard kesulitan mencari ruang untuk menciptakan peluang berbahaya.

Fabregas, Willian dan Batshuayi bergantian dimasukkan oleh Antonio Conte. Daya gempur Chelsea semakin intensif. Namun, hingga pertandingan usai, skor 1-1 tetap bertahan. Kedua tim harus puas mendapatkan satu poin dari laga ini.

Posisi Chelsea di puncak klasemen masih belum goyah. Gary Cahill dan kolega kini berada di puncak dengan 60 poin. Masih unggul 10 poin dari Tottenham dan Manchester City. Sementara, Burnley kini berada di posisi ke-12 dengan 30 poin. Naik satu peringkat dibandingkan pekan sebelumnya.

Susunan Pemain:
Chelsea (3-4-3): Courtois; Azpilicueta, David Luiz, Cahill; Moses, Kante, Matic, Alonso; Pedro, Diego Costa, Hazard.
Cadangan: Begovic, Zouma, Ake, Chalobah, Fabregas, Willian, Batshuayi.
Burnley (4-4-2): Heaton; Lowton, Keane, Mee, Ward; Boyd, Barton, Westwood, Brady; Gray, Barnes.
Cadangan: Flanagan, Arfield, Vokes, Darikwa, Gudmundsson, Tarkowski, Robinson.

Kamis, 09 Februari 2017

Courtois Buktikan Dirinya Lebih Hebat Dari Cech


Garth Crooks mengatakan bahwa Thibaut Courtois membuktikan diri mengapa dia layak untuk 'menyingkirkan' Petr Cech dari posisi kiper utama Chelsea sebelumnya.

Seperti diketahui, Courtois mendapatkan tempat sebagai kiper utama sepulangnya dari masa peminjaman di Atletico Madrid. Dan keputusan dari Jose Mourinho saat itu membuat Petr Cech harus rela melepaskan posisi yang sudah dia pegang selama satu dekade terakhir.

Bukan hanya tersingkir jadi kiper kedua, Petr Cech bahkan harus mencari klub lain pada musim lalu untuk memberikan jaminan bermain reguler padanya. Dan Arsenal menjadi klub yang beruntung mendapatkan tanda tangan kiper asal Republik Ceko tersebut.

"Semua itu omong kosong saat ada suara tentang Chelsea bahwa mereka sudah menyerahkan titel juara ke Arsenal saat mereka menjual Petr Cech ke rival mereka, itu tak bisa mendekati kebenaran. The Gunners justru dianiaya di Stamford Bridge," ujarnya.

"Ada dua momen penting dari Arsenal di mana akhirnya diselamatkan secara kelas dunia oleh Courtois. Tepisan indah atas sundulan Gabriel di babak pertama, dan penyelamatan atas peluang Danny Welbeck di babak kedua membuat ini benar-benar jelas bahwa Chelsea, dan Courtois, bertekad untuk membanting pintu Premier League ke jari Arsenal," tambahnya.

"Petr Cech akhirnya kehilangan tempat di Chelsea untuk diberikan pada Courtois, dan sekarang kita melihat mengapa itu terjadi. Chelsea telah berinvestasi pada pemain muda dan terlihat seperti akan kembali juara," tandasnya.

Sebelum Berlabuh Di Chelsea, Kante Hampir Saja Bergabung Ke PSG


Kante menjadi pemain Chelsea usai dibeli dari Leicester City dengan harga 30 juta pounds pada Juli silam. Pemain Prancis langsung menunjukkan performa memikat - membantu The Blues kini unggul sembilan angka di puncak klasemen liga. Ia juga tampil impresif ketika Chelsea menang 3-1 atas Arsenal pekan lalu.

Namun demikian, pemain berusia 25 tahun hampir saja bermain di Ligue 1 bersama PSG. Squawka mengklaim bahwa Kante amat ingin bergabung dengan PSG, sebelum Chelsea menunjukkan ketertarikan mereka. Disebutkan bahwa keputusan sang pemain mengenai masa depannya harus menunggu hingga Euro 2016, usai muncul tawaran dari London Barat.

The Blues menawarkan gaji 150.000 pounds per pekan dan juga kesempatan untuk bertahan di Inggris, yang akhirnya diterima Kante.

PSG pun akhirnya gagal mendapatkan target mereka dan manajer Unai Emery memilih untuk membeli Grzegorz Krychowiak dari mantan klubnya, Sevilla.

Rabu, 08 Februari 2017

Zidane Inginkan Fabregas Untuk Menjadi Gelandang Kreatif Madrid


Gelandang asal Spanyol ini tak jadi pilihan utama Antonio Conte di skuat Chelsea. Manajer asal Italia itu lebih suka memainkan N'Golo Kante dan Nemanja Matic.

Sejauh ini, pemain asal Spanyol tersebut hanya jadi starter sebanyak lima kali di pentas Premier League. Di sisi lain ia jadi pemain pengganti sebanyak 10 kali.

Menurut laporan dari Diario Goal, minimnya kesempatan main gelandang 29 tahun tersebut menjadi celah bagi Madrid untuk bisa merekrutnya musim panas mendatang. Zidane menginginkan kehadiran Fabregas karena ia membutuhkan seorang gelandang yang kreatif.

Fabregas sendiri merupakan pemain didikan Barcelona. Ia kemudian memperkuat Arsenal dan kembali ke Camp Nou pada tahun 2011. Tiga tahun berselang ia kemudian pindah ke Chelsea.

Jebakan Strategi Conte Benamkan Ambisi Menang Arsenal Di Stampford Bridge


Pat Nevin mengatakan bahwa Arsenal telah masuk dalam jebakan The Blues karena permainan mereka sendiri dan keinginan mereka menguasai permainan justru sukses dimaksimalkan oleh Antonio Conte lewat taktiknya.

Seperti diketahui, Arsenal harus menelan kekalahan menyakitkan saat bertandang ke Stamford Bridge akhir pekan lalu. Tiga gol dari Marcos Alonso, Eden Hazard dan Cesc Fabregas hanya mampu dibalas oleh satu gol Olivier Giroud.

Dan salah satu kunci kemenangan Chelsea itu adalah karena kecerdasan taktik dari Conte yang memanfaatkan gaya permainan Arsenal dan juga tuntutan Arsenal untuk menang pada pertandingan ini yang justru menjadi bumerang bagi tim Arsene Wenger.

"Biasanya saat kita bermain di Stamford Bridge, tim menunggu di belakang dan tak ada ruang untuk penyerang kami berlari ke dalamnya. Bila anda dapat menarik lawan keluar sedikit, atau bermain di area kita sendiri, maka mungkin mereka akan merayap ke depan," ujarnya.

"Bila para penyerang Arsenal kemudian mengejar ke daerah anda, gelandang mereka harus ikut naik dan kemudian bek juga," sambungnya.

"Sekarang, untuk menjadi adil, Arsenal harus memenangkan permainan ini sehingga mereka tertarik untuk mendapatkan kontrol, tapi mereka meninggalkan setengah lapangan, gratis bagi para pemain kami untuk menyerang mereka," tambahnya.

Dan ditambahkan Nevin, pendekatan permainan Arsenal yang terbuka itu yang menurut Nevin memang menjadi bagian dari rencana Conte untuk menjebak mereka dan mengalahkannya.

"Sejujurnya, mereka tak benar-benar memberikan waktu yang sulit, bahkan bila mereka menekan begitu tinggi di awal," tambahnya.

"Arsenal memiliki sedikit kegembiraan dengan fakta bahwa Chelsea bermain dari belakang, itu memberi mereka beberapa nafas lega, tapi mereka justru langsung masuk dalam perangkap yang disiapkan oleh Conte," tandasnya.

Senin, 06 Februari 2017

Eden Hazard Lebih Hebat Dari Pada Mesut Ozil


Glenn Hoddle, menyebut Eden Hazard tampil lebih bagus ketimbang Mesut Ozil saat Chelsea berduel dengan Arsenal, Sabtu (04/02).

Chelsea dan Arsenal berduel di Stamford Bridge di matchday 24 Premier League. The Blues menang dengan skor 3-1. Gol-gol kemenangan mereka diciptakan oleh Marcos Alonso, Eden Hazard dan Cesc Fabregas. Sementara itu, The Gunners mendapat gol hiburan melalui Olivier Giroud.

Hoddle juga menyaksikan duel big match tersebut. Usai pertandingan ia pun memberikan penilaian terhadap satu pemain bintang di masing-masing klub. Di Arsenal ada Ozil sementara di Chelsea ada Hazard.

Menurut Hoddle, Hazard tampil jauh lebih baik ketimbang Ozil. Ia merasa Hazard mampu tampil apik saat dimainkan di laga-laga besar, sementara Ozil sebaliknya.

"Mengingat bahwa Chelsea tampil begitu baik sebagai satu unit, sulit untuk sulit untuk menunjuk satu individu, tapi Eden Hazard tampil luar biasa pada hari Sabtu. Ketika Anda memainkan pertandingan besar, Anda ingin pemain besar untuk meningkatkan performanya. Itulah yang ia lakukan," tulis Hoddle dalam kolomnya untuk Daily Mail.

"Penampilan yang kontras dengan Mesut Ozil tidak dapat dihindari. Semakin besar pertandingannya, Hazard bermain dengan lebih baik," tegasnya.

"Untuk Ozil, meskipun rekornya sebagai pemenang Piala Dunia dan juara La Liga di Real Madrid, Anda merasa kebalikannya," cetusnya.

Ozil sendiri memang mendapat banyak kritikan usai tampil di pertandingan tersebut. Ia dianggap menghilang di laga itu dan akhirnya tak sedikit fans yang bahkan memintanya angkat kaki dari Emirates.

 Gol Eden Hazar Ke Gawang Arsenal

Kurt Zouma Bahagia Bersama Chelsea Meski Jarang Di Mainkan


Zouma sempat tampil solid musim lalu di skuat utama Chelsea. Ia sering dipercaya oleh Jose Mourinho mendampingi atau menggantikan John Terry.

Namun bek berusia 22 tahun itu tak bisa main lagi sejak bulan Februari. Sebab ia mengalami cedera lutut yang parah. Cedera itu juga membuatnya terpaksa absen di Euro 2016 bersama timnas Prancis.

Namun di awal tahun ini ia sudah pulih dari cederanya itu. Ia juga sempat bermain di ajang FA Cup. Meski demikian, Conte memilih untuk terus menempatkannya di bangku cadangan. Apalagi trio Cesar Azpilicueta, Gary Cahill dan David Luiz tampil solid sejauh ini. Bahkan Terry pun juga dipaksa untuk terus mendekam di bangku cadangan oleh trio tersebut.

Meski cuma jadi ban serep, Zouma mengaku bahwa ia tetap bahagia di Chelsea. Hal tersebut ia ungkapkan setelah dimainkan di penghujung babak kedua oleh Conte di laga lawan Arsenal Sabtu (04/02) kemarin.

"Menonton tim tampil dengan baik membuat saya bahagia, bahkan jika itu berarti saya tidak bermain," seru Zouma pada London Evening Standard.

"Tim ini tampil dengan baik dan kami telah mendapat beberapa momentum yang baik. Tentu saja, saya ingin bermain, tapi saya ingin mereka terus melangkah maju," tegasnya.

"Anda hanya harus menunggu giliran Anda dan siap ketika kesempatan itu datang. kesempatan saya akan datang lagi, pasti. Saya tidak khawatir tentang itu. JT adalah kapten, legenda klub, dan bahkan ia berada di bangku cadangan. Tapi kami adalah tim. Apakah sulit? Ya, karena saya ingin bermain. Tapi tidak, karena kami tampil dengan baik saat ini," pungkasnya.

Chelsea Meraih Kemenangan Besar Atas Arsenal Dengan Skor 3:1


Chelsea berhasil meraih kemenangan saat menerima kunjungan Arsenal dalam lanjutan kompetisi Premier League 2016-2017, Sabtu (04/02) malam. Bermain di Stamford Bridge, The Blues menang dengan skor 3-1.

Masing-masing gol dari Chelsea diciptakan oleh Marcos Alonso, Eden Hazard dan Cesc Fabregas. Sementara itu, Arsenal mendapat gol hiburan berkat usaha dari Olivier Giroud.

Di babak pertama, baik Chelsea maupun Arsenal langsung tampil agresif. Baru dua menit pertandingan berjalan, Alex Iwobi yang berhasil memanfaatkan kesalahan dari Thiabut Courtois nyaris mencetak gol tapi tendangannya masih melebar.

Memasuki menit ke-11, Chelsea mendapatkan peluang matang melalui Gary Cahill. Menerima umpan tendangan bebas, sundulan Cahill masih bisa diselamatkan dengan mudah oleh Petr Cech.

Dua menit berselang, Chelsea akhirnya berhasil memecah kebuntuan berkat aksi Marcos Alonso. Berawal dari tandukan Diego Costa yang membentur mistar, bola liar langsung disambar Alonso dengan sundulan yang bersarang di gawang Cech.

Tertinggal, Arsenal seakan tersengat dan berusaha mencari gol penyeimbang dengan gencar melakukan serangan. Namun, meskipun lebih banyak menguasai bola, The Gunners kesulitan menembus pertahanan Chelsea yang cukup rapat.

Setelah berbalik menekan, Chelsea nyaris saja menambah keunggulan melalui Pedro Rodriguez pada menit 35. Tapi Cech dengan sigap menggagalkan tendangan pemain asal Spanyol tersebut.

Tak lama berselang giliran Thibaut Courtois yang menunjukkan kualitasnya di bawah mistar gawang Chelsea. Kiper Belgia tersebut mampu menepis sundulan jarak dekat bek Arsenal Gabriel ketika pertandingan memasuki menit 38.

Gol Alonso menjadi satu-satunya gol yang tercipta di babak pertama. Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, tidak ada lagi gol tercipta. Skor 1-0 untuk tim tuan rumah pun mengakhiri jalannya 45 menit pertama.

Memasuki babak kedua, Chelsea masih tetap menunjukkan dominasinya. Dengan mengandalkan kolektivitas serta aksi individu para pemainnya, The Blues memaksa Arsenal lebih banyak bertahan.

Chelsea berhasil menambah keunggulan menjadi 2-0 berkat aksi individu Eden Hazard pada menit 53. Pemain Belgia itu menggiring bola dari tengah lapangan dan kemudian menaklukkan tiga pemain The Gunners sebelum menggetarkan gawang Cech.

Keunggulan ini semakin membuat anak asuh Antonio Conte percaya diri. Bahkan Cesc Fabregas semakin menenggelamkan tuan rumah pada menit 85 dengan mencetak gol ke gawang yang kosong setelah memanfaatkan kesalahan dari Petr Cech.

Arsenal akhirnya baru bisa memperkecil kedudukan saat pertandingan memasuki masa injury time lewat sundulan Olivier Giroud. Tidak ada gol tercipta lagi di sisa waktu dan Chelsea menutup pertandingan dengan skor telak 3-1.

Susunan Pemain:
Chelsea (3-4-3): Courtois; Azpilicueta, David Luiz, Cahill; Moses (Zouma 88'), Kante, Matic, Alonso; Pedro (Willian 84'), Diego Costa, Hazard (Fabregas 84').

Arsenal (4-2-3-1): Cech; Bellerin (Gabriel 17'), Mustafi, Koscielny, Monreal; Coquelin (Giroud 65'), Oxlade-Chamberlain; Walcott (Welbeck 70'), Ozil, Iwobi; Sanchez.

Jumat, 03 Februari 2017

Lampar Telah Memutuskan Untuk Gantung Sepatu Bulan Ini


Lampard memulai karir sepakbolanya dengan bergabung di akademi sepakbola West Ham. Setelah sempat masuk ke tim senior beberapa musim, Lampard memilih pindah ke Chelsea dan menikmati kebersamaan selama 13 tahun dengan berbagai capaian.

Sebelum pensiun di New York City, top skorer sepanjang masa Chelsea ini sempat membela Manchester City dengan status pemain pinjaman.

"Setelah melewati 21 tahun yang luar bisa, saya telah memutuskan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengakhiri karir saya sebagai pemain sepakbola profesional," tulis Lampard di akun instagram miliknya.

"Saya menerima beberapa tawaran yang cukup menarik untuk terus bermain di rumah dan di luar negeri. Pada usia 38 tahun, saya merasa saat ini adalah waktu untuk memulai bab berikutnya dalam hidup saya. Saya bangga dengan trofi yang saya menangkan, mewakili negara lebih dari 100 laga dan mencetak lebih dari 300 gol sepanjang karir," sambungnya.

Sepanjang karirnya di Premier League, Lampard telah bermain pada 607 pertandingan. Masuk dalam jajaran pemain dengan penampilan terbanyak. Catatan Lampard semakin hebat karena ia mencetak 177 gol dan 102 assist.

Fabrizio Ravanelli Yakin Akan Juara Musim Ini


Fabrizio Ravanelli, mengaku baru saja berkunjung ke tempat latihan Chelsea di Cobham baru-baru ini. Setelah melihat cara latihan yang diterapkan Conte di Chelsea, Ravanelli percaya bahwa mereka akan menjadi juara Premier League musim ini.

Memasuki pekan ke-23, Chelsea masih kokoh di peringkat pertama klasemen dengan jarak sembilan poin dari peringkat dua. Di pertandingan terakhir, The Blues baru saja mencuri satu poin dari kandang Liverpool setelah mengakhiri pertandingan dengan skor 1-1.

Pekan ini, Chelsea akan bertemu dengan rival satu kota di London, Arsenal, yang menjadi penantang berat mereka dalam merebutkan gelar. Tapi Ravanelli, ia sudah yakin bahwa Chelsea akan keluar sebagai juara di akhir musim nanti setelah melihat bagaimana Conte melatih pasukannya.

"Mereka pasti akan menjadi juara Premier League. Saya yakin karena Chelsea tim fantastis dan klub luar biasa. Tapi yang lebih membuat saya yakin adalah Antonio. Semua tim yang ditangani punya mentalitas sama. Anda bisa melihat itu. Di atas lapangan, mereka bertarung untuk setiap duel lawan mereka," kata Ravanelli pada Sky Sports.

"Baru-baru ini saya berkunjung ke Cobham [tempat latihan Chelsea] dan melihat pengorganisasian di atas lapangan. Itulah mentalitas Antonio. Ia melihat video selama dua jam, ia suka mempelajari taktik dan punya kemampuan hebat itu untuk diterapkan di atas lapangan. Tak mudah melakukannya tapi ia bisa mengeluarkan yang terbaik dari pemainnya," sambungnya

Kamis, 02 Februari 2017

Ivanovic Resmi Pindah ke Klub Rusia, Zenit St. Petersburg


Branislav Ivanovic resmi meninggalkan Chelsea setelah sembilan tahun terakhir mengabdi untuk klub asal London. Ivanovic memutuskan untuk membela Zenit st Petersburg.

Ivanovic memang gencar dikabarkan akan meninggalkan Chelsea. Pemain berusia 32 tahun ini gagal mendapatkan perhatian pelatih Antonio Conte. Terlebih, Chelsea punya banyak pemain di posisi bek tengah.

Pemain asal Serbia ini mendapatkan kontrak dengan durasi 2,5 tahun dari Zenit. Atau, Ivanovic akan bertahan di klub asal Rusia hingga Juni 2019 mendatang.

"Kami sangat senang untuk menyambut Branislav Ivanovic di St. Petersburg dan kami yakin dia akan sukses besar di Zenit!" tulis klub di laman resmi.

Ivanovic mulai bergabung dengan Chelsea pada tahun 2006 yang lalu. Sebelumnya ia memperkuat klub Lokomotiv Moscow. Selama sembilan tahun di Chelsea, Ivanovic memiliki lebih dari 250 penampilan dan ikut menyumbang gelar Premier League, Piala FA, Liga Champions hingga Liga Europa.

Rabu, 01 Februari 2017

Bagi Ronaldinho, Chelsea merupakan tim yang paling tangguh


Belum lama legenda sepak bola, Ronaldinho mengatakan bahwa Chelsea merupakan tim tertangguh yang pernah ia hadapi dalam perjalanan karirnya sebagai pemain profesional.

Barcelona dan Chelsea memang sering terlibat duel keras dalam laga Liga Champions ketika Ronaldinho masih bermain. Pemain Brasil itu pernah mencetak gol indah ke gawang The Blues, ketika ia membela Blaugrana dalam laga yang berlangsung di Stamford Bridge di 2005.

Dan ketika ditanya mengenai tim tersulit yang pernah ia hadapi, Ronaldinho mengatakan di FFT: "Jika di Eropa itu pasti Chelsea. Kami bermain melawan mereka setiap tahun di Liga Champions. Pertandingan melawan mereka selalu sengit."

Ronaldinho, yang mengaku pernah akan direkrut oleh Chelsea, juga menegaskan ia tidak menyesal karena tak pernah mencicipi atmosfer sepakbola Inggris ketika sedang berada di puncak karirnya.

"Saya tidak menyesal karena tidak pernah bermain di Inggris, namun itu bisa jadi sesuatu yang spesial, karena liga di sana fantastis. Chelsea mencoba merekrut saya sekali, dan tim lain juga ada yang tertarik," tuturnya.

"Liga di sana amat cepat dan amat intens sepanjang waktu - hebat untuk ditonton dan sama sekali tidak membosankan. Saya tidak suka menonton laga Premier League selama 90 menit, namun saya lebih suka melihat cuplikan laga dan gol di Premier League, dibandingkan liga lainnya."

Hasil Pertandingan Liverpool vs Chelsea, Puas harus Berbagi angka 1-1

 
Chelsea unggul terlebih dulu melalui tenda bebas David Luiz. Liverpool berhasil membalas di babak kedua berkat sundulan Georginio Wijnaldum.

The Blues memiliki kesempatan besar untuk memenangi laga laga ini andai penalti Diego Costa tak digagalkan Simon Mignolet. Skor 1-1 juga mengakhiri tiga rentetan kekalahan yang diderita Liverpool di kandang.

Bertindak sebagai tuan rumah, Liverpool langsung mencoba memegang inisiatif permainan sejak menit pertama. Sayang peluang Wijnaldum di menit 12 masih bisa dimentahkan Thibaut Courtois.

Alih-alih memimpin, Liverpool justru harus tertinggal di menit 24 lewat tendangan bebas David Luiz. Meski peluit sudah dibunyikan Mark Clattenburg, tetapi Simon Mignolet terlihat masih mengatur rekannya dan hanya bengong ketika bola tendangan Luiz melaju mulus menjadi gol.

Gol ini membuat Chelsea semakin percaya diri. Sementara Liverpool terlihat kesulitan membongkar pertahanan ti tamu. Sayang tak ada gol tambahan yang tercipta hingga babak pertama usai.

Kembali dari kamar ganti, Liverpool yang tak mau kembali malu di depan pendukungnya langsung memegang kendali. Di menit 49, Roberto Firmino menyia-nyiakan peluang emas. Meski sudah berdiri bebas, tendangannya malah mengangkasa.

Liverpool akhirnya sukses menyamakan kedudukan di menit 57 lewat sundulan Wijnaldum. Berawal dari umpan lambung Jordan Henderson, bola disundul James Milner. Sempat mengenai Victor Moses, bola sukses ditanduk Wijnaldum menjadi gol.

Chelsea mendapat hadiah penalti di menit 75 ketika Diego Costa dijatuhkan Joel Matip di kotak terlarang. Sayang Costa yang maju sebagai algojo gagal menunaikan tugasnya dengan baik. Tendangannya sukses ditepis Mignolet yang membayar tuntas kesalahannya di gol Chelsea pada babak pertama.

Di sisa laga, kedua tim sama-sama memiliki peluang matang untuk mencetak gol kemenangan. Namun hingga laga usai tetap tak ada gol tambahan. Skor 1-1 pun menjadi hasil akhir laga ini.

Bagi kedua tim, hasil imbang ini tak membuat mereka beranjak dari posisi sebelumnya. Liverpool tetap duduk di peringkat empat dengan koleksi 46 poin. Sementara Chelsea tetap kokoh bercokol di puncak klasemen dengan poin 56.

Susunan Pemain
Liverpool: Mignolet; Clyne, Matip, Lovren, Milner; Can, Henderson, Wijnaldum; Lallana (Origi 90'), Firmino, Coutinho (Mane 75').

Chelsea: Courtois; Azpilicueta, Luiz, Cahill; Moses, Kante, Matic, Alonso; Willian (Fabregas 83'), Costa (Batshuayi 90'), Hazard (Pedro 72').

Statistik Pertandingan
Total Shots: 7 - 8
Shots On Target: 3 - 2
Possession : 62% - 38%
Corners: 3 - 3
Offsides: 5 - 3
Pelanggaran: 13 - 8
Kartu Kuning: 2 - 1
Kartu Merah: 0 - 0.